Senin, 12 Mei 2014
menerima pemesanan shampo
Iklan Shampoo
Shampoo
Clinically proven to
eliminate dandruff
without drying hair.
Untuk problema rambut rawan ketombe dan gatal
Gunakan; Brainwash Shampoo variant
- Mengandung ZPTO dan advanced moisturizing serum yang terbuat dari jutaan partikel ukuran mikro.
- Dengan formula yang telah teruji secara klinis yang mampu membersihkan dan menghilangkan ketombe sejak keramas pertama tanpa membuat rambut dan kulit kepala menjadi kering.
- Membuat rambut tak berketombe, lembut dan halus hingga ke ujungnya.
- TIdak ada ketombe yang terlihat untuk pemakaian teratur.
Dan rasakan kesegaran sepanjang hari tanpa ketombe.
Baru! Rasakan juga kesegaran tanpa rambut kusut sepanjang hari untuk pesona wanita yang lebih percaya diri. dengan Brainwash anti-tousle variant, untuk para wanita dengan gaya ekstrim, dengan tetap menjaga gaya rambut yang rapi.
Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia
A. PENGERTIAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen
sumber daya manusia adalah suatu proses menangani berbagai masalah
pada ruang lingkup karyawan, pegawai, buruh,
manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat
menunjang aktivitas organisasi atau perusahaan
demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm
adalah departemen sumber daya manusia atau
dalam bahasa inggris disebut HRD atau human
resource department. Menurut A.F. Stoner
manajemen sumber daya manusia adalah suatu
prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan
untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan
dengan orang-orang yang tepat untuk
ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat
pada saat organisasi memerlukannya.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut
desain sistem perencanaan,
penyusunan karyawan, pengembangan karyawan,
pengelolaan karier, evaluasi kinerja,
kompensasi karyawan dan hubungan
ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya
manusia melibatkan semua keputusan dan praktik
manajemen yang memengaruhi secara
langsung sumber daya manusianya.
Berikut ini adalah pengertian Manajemen Sumber
Daya Manusia (MSDM) menurut para ahli:
1. Menurut Melayu SP. Hasibuan.
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan
dan peranan tenaga kerja agar efektif dan
efisien membantu terwujudnya tujuan
perusahaan, karyawan dan masyarakat.
2. Menurut Henry Simamora
MSDM adalah sebagai pendayagunaan,
pengembangan, penilaian, pemberian balasan jasa
dan pengelolaan terhadap individu anggota
organisasi atau kelompok bekerja.
MSDM juga menyangkut desain dan implementasi
system perencanaan, penyusunan
personalia, pengembangan karyawan, pengeloaan
karir, evaluasi kerja, kompensasi karyawan
dan hubungan perburuhan yang mulus.
3. Menurut Achmad S. Rucky
MSDM adalah penerapan secara tepat dan efektif
dalam proses akusis, pendayagunaan,
pengemebangan dan pemeliharaan personil yang
dimiliki sebuah organisasi secara efektif
untuk mencapai tingkat pendayagunaan sumber
daya manusia yang optimal oleh organisasi
tersebut dalam mencapai tujuan-tujuannya.
4. Menurut Mutiara S. Panggabean
MSDM adalah proses yang terdiri dari
perencanaan, pengorganisasian, pimpinan dan
pengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan
dengan analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan,
pengadaan, pengembngan, kompensasi, promosi
dan pemutusan hubungan kerja guna
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari definisi di atas, menurut Mutiara S.
Panggabaean bahwa, kegiatan di bidang sumber
daya manusia dapat dilihat dari dua sudut
pandang, yaitu dari sisi pekerjaan dan dari sisi
pekerja.
Dari sisi pekerjaan terdiri dari analisis dan
evaluasi pekerjaan. Sedangkan dari sisi pekerja
meliputi kegiatan-kegiatan pengadaan tenaga
kerja, penilaian prestasi kerja, pelatihan dan
pengembangan, promosi, kompensasi dan
pemutusan hubungan kerja.
Dengan definisi di atas yang dikemukakan oleh
para ahli tersebut menunjukan demikian
pentingnya manajemen sumber daya manusia di
dalam mencapai tujuan perusahaan,
karyawan dan masyarakat.Unsur manajemen (Tool
of management), biasa dikenalMarket/
marketing, pasar
B. Model Manajemen Sumber Daya Manusia
Di dalam memahami berbagai permasalahan pada
manajelen sumber daya manusia
dan sekaligus dapat menentukan cara
pemecahannya perlu diketahui lebih dahulu model-
model yang digunakan oleh perusahaan kecil
tidak bias menerapkan model yang biasa
digunakan oleh perusahaan besar. Demikian pula
sebaliknya. Dalam perkembangan model-
model ini berkembang sesuai dengan situasi dan
kondisi serta tuntutannya.
Untuk menyusun berbagai aktifitas manajemen
sumber daya manusia ada 6 (enam) model
manajemen sumber daya manusia yaitu:
1. Model Klerikal
Dalam model ini fungsi departemen sumber daya
manusia yang terutama adalah memperoleh
dan memelihara laporan, data, catatan-catatan
dan melaksanakan tugas-tugas rutin. Fungsi
departemen sumber daya manusia menangani
kertas kerja yang dibutuhkan, memenuhi
berbagai peraturan dan melaksanakan
tugas-tugas kepegawaian rutin.
2. Model Hukum
Dalam model ini, operasi sumber daya manusia
memperoleh kekutannya dari keahlian
di bidang hukum. Aspek hukum memiliki sejarah
panjang yang berawal dari hubungan
perburuhan, di masa negosiasi kontrak,
pengawasan dan kepatuhan merupakan fungsi pokok
disebabkan adanya hubungan yang sering
bertentangan antara manajer dengan karyawan.
3. Model Finansial
Aspek pinansial manajemen sumber daya manusia
belakangna ini semakin berkembang
karena para manajer semakin sadar akan
pengaruh yang besar dari sumber daya manusia
ini meliputi biaya kompensasi tidak langsung
seperti biaya asuransi kesehatan, pension,
asuransi jiwa, liburan dan sebagainya,
kebutuhan akan keahlian dalam mengelola bidang
yang semakin komplek ini merupakan penyebab
utama mengapa para manajer sumber daya
manusia semakin meningkat.
4. Model Manjerial
Model manajerial ini memiliki dua versi yaitu
versi pertama manajer sumber daya manusia
memahami kerangka acuan kerja manajer lini
yang berorientasi pada produktivitas. Versi
kedua manajer ini melaksanakan beberpa fungsi
sumber daya manusia.
Departemen sumber daya manusia melatih manajer
lini jdalam keahlian yang diperlukan
untuk menangani fungsi-fungsi kunci sumber
daya manusia seperti pengangkatan, evaluasi
kinerja dan pengembangan. Karena karyawan pada
umumnya lebih senang berinteraksi
dengan manajer mereka sendiri disbanding
dengan pegawai staf, maka beberapa departemen
sumber daya manusia dapat menunjukan manajer
lini untuk berperan sebagai pelatih dan
fsilitator.
5. Model Humanistik
Ide sentral dalam model ini adalah bahwa,
departemen sumber daya manusia dibentuk untuk
mengembangkan dan membantu perkembangan nilai
dan potensi sumber daya manusia di
dalam organisasi. Spesialis sumber daya
manusia harus memahami individu karyawan dan
membantunya memaksimalkan pengembangan diri
dan peningkatan karir.
model ini menggabarkan tumbuhnya perhatian
organisasi terhadap pelatihan dan
pengembangan karyawan mereka.
6. Model Ilmu Perilaku
Model ini menganggap bahwa, ilmu perilaku
seperti psikologi dan perilaku organisasi
merupakan dasar aktivitas sumber daya manusia.
Prinsipnya adlah bahwa sebuah pendekatan
sains terhadap perilaku manusia dapa diterpkan
pada hampir semua permasalahan sumber
daya manusia bidang sumber daya manusias yang
didasarkan pada prinsip sains meliputi
teknik umpan balik, evaluasi, desain program
dan tujuan pelatihan serta manajemen karir.
C. Fungsi manajemen
1. Perencanaan
Perencanaan adalah usaha sadar dalam
pengambilan keputusan yang telah diperhitungkan
secara matang tentang hal-hal yang akan
dikerjakan di masa depan dalam dan oleh suatu
organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang
telah dilakukan sebelumnya.
2. Rekrutmen
Menurut Schermerhorn, 1997 Rekrutmen
(Recruitment) adalah proses penarikan sekelompok
kandidat untuk mengisi posisi yang lowong.
Perekrutan yang efektif akan membawa peluang
pekerjaan kepada perhatian dari orang-orang
yang berkemampuan dan keterampilannya
memenuhi spesifikasi pekerjaan.
3. Seleksi
Seleksi tenaga kerja adalah suatu proses
menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian
banyak kandidat atau calon yang ada. Tahap
awal yang perlu dilakukan setelah menerima
berkas lamaran adalah melihat daftar riwayat
hidup / cv / curriculum vittae milik pelamar.
Kemudian dari cv pelamar dilakukan penyortiran
antara pelamar yang akan dipanggil dengan
yang gagal memenuhi standar suatu pekerjaan.
Lalu berikutnya adalah memanggil kandidat
terpilih untuk dilakukan ujian test tertulis,
wawancara kerja / interview dan proses seleksi
lainnya.
4. Orientasi, Pelatihan dan Pengembangan
Pelatihan (training) merupakan proses
pembelajaran yang melibatkan
perolehan keahlian, konsep, peraturan, atau
sikap untuk meningkatkan kinerja tenga
kera.(Simamora:2006:273). Menurut pasal I ayat
9 undang-undang No.13 Tahun 2003.
Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan
untuk memberi, memperoleh, meningkatkan,
serta mengembangkan kompetensi kerja,
produktivitas, disiplin, sikap, dan etos kerja pada
tingkat ketrampilan dan keahlian tertentu
sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan dan
pekerjaan.
Pengembangan (development) diartikan sebagai
penyiapan individu untuk memikul
tanggung jawab yang berbeda atau yang Iebih
tinggi dalam perusahaan, organisasi, lembaga
atau instansi pendidikan,
Menurut (Hani Handoko:2001:104) pengertian
latihan dan pengembangan adalah
berbeda. Latihan (training) dimaksudkan untuk
memperbaiki penguasaan berbagal
ketrampilan dan teknik pelaksanaan kerja
tertentu, terinci dan rutin. Yaitu latihan
rnenyiapkan para karyawan (tenaga kerja) untuk
melakukan pekerjaan-pekerjaan sekarang.
Sedangkan pengembangan (Developrnent)
mempunyai ruang lingkup Iebih luas dalam upaya
untuk memperbaiki dan meningkatkan
pengetahuan, kemampuan, sikap dlan sifat-sifat
kepribadian.
5. Evalauasi Kinerja
Evaluasi sama pentingnya dengan fungsi-fungsi
manajemen lainnya, yaitu
perencanaan, pengorganisasian atau
pelaksanaan, pemantauan (monitoring) dan
pengendalian. Terkadang fungsi monitoring dan
fungsi evaluasi, sulit untuk dipisahkan.
Penyusunan sistem dalam organisasi dan
pembagian tugas, fungsi serta pembagian peran
pihak-pihak dalam organisasi, adakalanya tidak
perlu dipisah-pisah secara nyata. Fungsi
manajemen puncak misalnya, meliputi semua
fungsi dari perencanaan sampai pengendalian.
Oleh karena itu, evaluasi sering dilakukan oleh
pimpinan organisasi dalam suatu rapat kerja,
rapat pimpinan, atau temu muka, baik secara
reguler maupun dalam menghadapi kejadian-
kejadian khusus lainnya.
Sebagai bagian dari fungsi manajemen, fungsi
evaluasi tidaklah berdiri sendiri.
Fungsi-fungsi seperti fungsi pemantauan dan
pelaporan sangat erat hubungannya dengan
fungsi evaluasi. Di samping untuk melengkapi
berbagai fungsi di dalam fungsi-fungsi
manajemen, evaluasi sangat bermanfaat agar
organisasi tidak mengulangi kesalahan yang
sama setiap kali.
6. Komensasi
Pmberian balas jasa langsung dan tidak
langsung berbentuk uang atau barang kepada
karyawan sebagai imbal jasa( output) yang
diberikannya kepada perusahaan. Prinsip
Kompensasi adalah adil dan layak sesuai
prestasi dan tanggung jawab.
7. Pengintegrasian
Kegiatan untuk mempersatukan kepentingan
perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga
tercipta kerjasama yang serasi da saling
menguntungkan.
8. Pemeliharaan
Kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan
kondisi fisik, mental dan loyalitas karyawan
agar tercipta kerjasama yang panjang.
9. Pemberhentian
Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran
hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang
mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban
antar pekerja dan pengusaha.
Sedangkan menurut Moekijat mengartikan bahwa
Pemberhentian adalah pemutusan
hubungan kerjas seseorang karyawan dengan
suatu organisasi perusahaan.
D. 4 (Empat) tujuan manajemen SDM adalah
sebagai berikut:
a. Tujuan Sosial
Tujuan sosial manajemen sumber daya manusia
adalah agar organisasi atau
perusahaan bertanggungjawab secara sosial dan
etis terhadap keutuhan dan tantangan
masyarakat dengan meminimalkan dampak
negatifnya.
b. Tujuan Organisasional
Tujuan organisasional adalah sasaran formal
yang dibuat untuk membantu organisasi
mencapai tujuannya.
c. Tujuan Fungsional
Tujuan fungsional adalah tujuan untuk
mempertahankan kontribusi departemen
sumber daya manusia pada tingkat yang sesuai
dengan kebutuhan organisasi.
d. Tujuan Individual
Tujuan individual adalah tujuan pribadi dari
tiap anggota organisasi atau perusahaan
yang hendak mencapai melalui aktivitasnya
dalam organisasi.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.anakciremai.com/2008/09/makalah-manajemen-tentang-manajemen.html
http://manaje-men.com/unsur.manajemen.html
http://www.anneahira.com/artikel-umum/manajemen-sdm.htm
http://www.anakciremai.com/2008/09/makalah-manajemen-tentang-manajemen.html
Diposkan oleh Hilda Agustina di 23.10
Langganan:
Postingan (Atom)
